Jakarta - Ketua FPDIP DPR Tjahjo Kumolo menyatakan penolakan atas rencana kenikan tarif dasar listrik (TDL). FPDIP mempertanyakan urgensi penaikan TDL oleh pemerintah, sementara Dirut PLN Dahlan Iskan tidak mengajukan kenaikan TDL. "FPDIP mempertanyakan apa dasar pemerintah ingin menaikkan TDL, padahal PLN melalui dirutnya ternyata tidak ada opsi mengajukan hal kenaikan TDL selengkapnya...
Pada tanggal 16 Desember 1895, Raden Aria Wiraatmadja, Patih Purwokerto, mendirikan De Purwokertosche Hulp en Spaarbank der Irlansdche (Bank Bantuan dan Simpanan Purwokerto), atau lebih di kenal dengan sebutan Bank Priyayi Purwokerto. Bank ini didirikan untuk membantu pegawai pemerintah (priyayi) terlepas dari jeratan lintah darat. selengkapnya...
Jakarta - PDIP secara bulat mendukung opsi C dalam voting paripurna. dari jumlah 94 anggota, hanya 90 yang hadir, 4 anggota absen. Jumlah pemilih opsi C ini sama dengan jumlah pemilih saat voting pertama, Rabu (3/2/2010) malam. Sama halnya dengan PDIP, Golkar dan Demokrat juga tetap menunjukkan konsistensinya. selengkapnya...
Kalau kita sudah kehilangan budaya, dengan perangkat-perangkatnya, bukan sebuah kemustahilan bahwa kita lambat laun akan tergilas oleh zaman. Ya...... zaman semakin komplek. Pengaruh budaya dari luar kian beragam mempengaruhi bukan hanya sisi kejiwaan bangsa kita namun juga dari sisi-sisi yang nyata dari bentuk papan maupun sandang. Pengaruh itu semakin kuat sehingga mengakibatkan identitas kita semakin absurd ditelan oleh zaman itu sendiri. Kita hanya punya identitas. Itulah kita. Tak usah merasa berlebihan dalam menyanjung diri toh pada kenyataannya, kita ini tak pernah memiliki kekayaan apapun selain kekayaan identitas dari sebuah bangsa yang memiliki keberagaman budaya, dan perangkatnya. selengkapnya...
"OLD historic buildings have outstanding values......as an exceptional testimony to nation's history, cultural tradition, and civilization" (UNESCO, 2005). Pembongkaran gedung eks Markas Kodim (Makodim) 0714 Salatiga merupakan suatu tragedi yang patut disesalkan. JO Simmonds dalam buku fenomenalnya Earthscape (1978) melukiskan penghancuran alam oleh manusia dengan sebutan ecological suicide atau bunuh diri ekologis. Dengan analogi itu kita bisa menyebut kisah tragis dirobohkannya gedung-gedung kuno bersejarah warisan budaya itu dengan istilah cultural suicide atau bunuh diri budaya. selengkapnya...
Dipaparkan ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah "bekas" kerajaan Majapahit , yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut : selengkapnya...
Konferensi cabang (konfercab) dengan agenda utama memilih ketua serta jajaran pengurus baru dalam tubuh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas tinggal menunggu hari. Proses diawali dengan mengumpulkan aspirasi dari bawah melalui rapat pleno pengurus anak cabang atau PAC untuk menentukan usulan terbanyak siapa yang diinginkan oleh pengurus di tingkat kecamatan tersebut. Awal itu, meski seperti biasa terjadi perang urat syaraf yang tak terelakkan antar pendukung calon ketua, namun selengkapnya...
Bukan Banyumas jika saat ini, hal-hal yang menyentuh langsung sendi-sendi kehidupan masyarakat kemudian dijadikan sebagai berita yang hanya dianggap sebagai angin lalu. Cikungunya, adalah salah satu contoh yang akhir-akhir ini menjadi topic utama sejumlah media massa terkait belum adanya tindakan kongkrit dari Pemkab Banyumas. Padahal, seperti yang kita tahu, keresahan yang selengkapnya...
Kongres Perempuan Indonesia I Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain. Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 - 25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung, yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto. Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. selengkapnya...
Copyright © 2010 www.bambangpudjiyanto.com · All Rights Reserved
Powered by sitekno